kami berduka
Lama ga ngeblog... Banyak kejadian terjadi selama 2 minggu belakangan.. Temen-ku yang jadi DPO kasus narkoba dan berpulangnya sepupu kesayangan ke hadirat Allah...
Semuanya mengubah pola pandang-ku tentang hidup, tentang manusia, tentang umur dan penggunaan kata ganti, he.. Mungkin akan lebih dewasa kalo sekarang gw berubah menjadi aku..
Sepupu-ku masih muda, belum sampai 20 tahun, tahun ini. Tapi umur rahasia Tuhan. Dia yang terlebih dulu pergi meninggalkan kami. Masih ingat benar cengiran-nya, kebiasaan konyol-nya, gerak-geriknya yang santun. Dia sepupu idaman..
Makanya aku kaget pas malam itu, pas aku lagi ketawa2, makan2 sama dungpret dan piyo, tiba2 ditelpon. Upik (sepupu-ku itu) masuk UGD. 3 jam setelah itu dia sudah masuk ICU, kritis. Dan akhirnya, jam 00.30 malam, kami kehilangan dia...
Saat itu, the saddest time in my life... Seumur hidup-ku, baru saat itu aku kehilangan orang yang lumayan dekat. Pas itu aku nyadar, mentalku rapuh, aku ternyata da sekuat yang kupikir.
Kalau aku aja segitu sedih bagaimana dengan orangtuanya?
2 minggu setelah dia pergi, baru aku berhasil menulis blog ini. Awalnya berat, da sanggup, sedih...
Tapi sekarang, hikmah kepergian Upik, kami rasakan.. Upik yang baik budi, yang rajin ibadah, lemah lembut, meninggalkan kenangan dalam di hati kami.. Alhamdullilah, ibadah sekarang makin rajin, apalagi kalo kami ingat bahwa umur tak terduga. Nyawa bisa diambil kapan saja, tanpa sempat bersiap2.. Upik sudah mengingatkan kami semua..
I

0 Comments:
Post a Comment
<< Home